Showing posts with label MEDIA PEMBELAJARAN. Show all posts
Showing posts with label MEDIA PEMBELAJARAN. Show all posts

Friday, October 23, 2020

Download Modul BDR AKI Bagi Tema 4 Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 sd/mi Kurikulum 2013

 Modul BDR AKI Bandung Masagi Tema 4 adalah Modul Pembelajaran yg di rancang dan di susun oleh Rekan-rekan Guru di Kabupaten Kota Bandung

Modul bdr tema 4 kelas 1-6 sd/mi

Modul BDR ini merupakan modul yang di disiapkan untuk membantu rekan-rekan guru dalam melaksanakan pembelajaran di masa pandemi Covi-19 seperti saat ini

Oleh karena itu, guna untuk membantu bapak ibu dalam menyiapkan media belajar di masa pandemi Covid-19, silahkan bapak ibu dapat mengunduhnya pada tautan berikut

Demikian yang dapat mimin bagikan terkait Modul BDR AKI Bagi Tema 4 kelas 1  2, 3, 4, 5, 6 sd/mi ini semoga bermanfaat

Thursday, January 17, 2019

Panduan Lengkap Penggunaan Aplikasi PDUM

Untuk membuka aplikasi PDUM, terlebih dahulu pastikan anda terhubung dengan jaringan internet dan mempunyai aplikasi browser seperti Mozila Firefox atau Google Chrome (disarankan menggunakan Google Chrome).

pdum

1.1. Browser

Langkah pertama anda harus membuka browser untuk memulai aplikasi ini anda bisa membukanya, melalui Google Chrome/Mozila Firefox

1.2. Akses PDUM dari Browser

Untuk mengakses aplikasi Aplikasi PDUM yang pertama setelah anda membuka Browser (Chrome, Firefox, dll), adalah dengan masukan alamat APLIKASI PDUM: dengan memasukan alamat berikut ini, http://sikurma.kemenag.go.id/pdum/

1.3. Login Aplikasi PDUM

Hak akses Pihak Madrasah adalah sebagai proktor Madrasah, karena hak dan otoritas nya adalah untuk mengatur data dan lalulintas pemakaian aplikasi Pangkalan Data Ujian Madrasah di tingkat Sekolah-sekolah. Sebagai operator pihak madrasah berikut adalah langkah untuk mengakses halaman madrasah guna untuk menginput data aplikasi PDUM.
login

Langkah-langkah Login ke dalam Aplikasi:


  1. Masukan username dan password user proktor
  2. Klik Login atau tekan Enter
  3. Kemudian jika pengguna lupa password, silahkan klik disini, maka akan tampil halaman sebagai berikut
  4. Silahkan masukan username proktor untuk mereset ulang password pengguna

2. Tahapan Penggunaan Aplikasi

2.1. Beranda Aplikasi

Setelah anda memasukan Username dan Password lalu anda klik SIGN IN. Anda akan dihadapkan pada tampilan mukadimah penggunaan aplikasi PDUM.
dashboard
Pada halaman mukadimah ini proktor madrasah silahkan mengikuti langkah langkah yang sudah disediakan mulai dari langkah 1 yaitu melengkapi data proktor, langkah 2 lengkapi data madrasah, langkah 3 upload data siswa, langkah 4 pengecekan data siswa dan langkah 5 cetak kartu ujian siswa. Untuk tahapan-tahapan lebih lengkap akan di jelaskan berikut ini.

2.2. Langkah 1 Melengkapi Data Proktor

Menu Data Pengguna, berfungsi untuk mengelola profil proktor madrasah yang bisa mengakses aplikasi PDUM, guna untuk memudahkan menganalisa proktor, dalam penggunaan aplikasi PDUM.
pdum

Langkah-langkah mengelola profil proktor:


  1. Klik menu data pengguna
  2. Silahkan lengkapi nama lengkap pengguna proktor
  3. Pilih status kepegawaian
  4. Isi NUPTK
  5. Isi nomor telpon/hp proktor
  6. Isi alamat email, pengisian email ini harus di isi karena untuk memudahkan verifikasi ketika lupa password
  7. Selanjutnya isi tahapan pengisian dokumen/photo
    unggah foto
  8. Upload dokumen/photo proktor
  9. Selanjutnya lengkapi form ubah password
  10. Isi password baru dan konfirmasi password tersebut
  11. Klik simpan untuk menyimpan data pengguna tersebut

2.2. Langkah 2 Melengkapi Data Madrasah

Pada menu ini user proktor melengkapi data madrasah dengan mengisi form form yang sudah di sediakan, seperti data umum, data pelaksanaan UAMBN, data kepala madrasah, dan data operator madrasah proktor.berikut tampilan halaman menu sebagai berikut.
data madrasah

Langkah-langkah menampilkan dan menambahkan data madrasah:


  1. Klik menu data madrasah
  2. Isi NPSN dan NSM madrasah
  3. Kemudian isi nama madrasah
  4. Pilih status madrasah tersebut negeri atau swasta
  5. Isi alamat lengkap madrasah
  6. Kemudian pilih dropdown kecamatan dan kelurahan madrasah, selanjutnya isi kode pos dan website (opsional)
  7. Pilih titik koordinat madrasah tersebut
  8. Atau isi latitude dan longitude madrasah untuk menentukan titik koordinat madrasah
    atitude dan longitude madrasah
  9. Unggah logo madrasah
  10. Isi zona waktu daerah
  11. Kemudian pilih metode UAMBN dan Status Pelaksaan ujian di madrasah tersebut madiri, gabung akreditasi atau gabung non akreditasi, jika madrasah sudah menentukan pelaksanaan ujian “Mandiri” maka madrasah akan menampilkan useename dan password untuk login ke aplikasi UAMBNBK yang terletak di halaman awal mukadimah. 
  12. Isi form data kepala madrasah terdiri dari nama kepala madrasah dan NIP/No Kepegawaian kepala madrasah tersebut
  13. Selanjutnya isi data proktor madrasah terdiri dari nama proktor
  14. Kemudian isi Password dan ulangi password untuk login ke dalam aplikasi, Isi no HP dan Email proktor untuk memudahkan dalam komunikasi
  15. Jika form telah diisi dengan sesuai dan benar klik Simpan untuk meyimpan data madrasah yang akan di tambahkan

2.3. Langkah 3 Upload Peserta

Upload data peserta adalah menu untuk mengupload data siswa yang mengikuti ujian UAMBN baik UAMBN-BK atau UAMBN-KP melalui format excell yang sudah disediakan dan tidak di perkenankan untuk merubah-rubah kembali format tersebut, sehingga bisa menghemat waktu karena tidak menginputkan data siswa satu-satu. Berikut tampilan halaman menu upload peserta sebagai berikut
Upload data siswa

Langkah-langkah menampilkan data upload peserta :


  1. Klik menu peserta UAMBN kemudian klik sub menu upload peserta
  2. Berikut adalah tampilan dokumen data peserta yang sudah di inputkan
  3. Kemudian pada tabel aksi terdapat 2 tombol yaitu tombol “unduh” berfungsi untuk mengunduh dokumen upload peserta jika sewaktu waktu operator membutuhkannya dan tombol “Delet” berfungsi untuk menghapus dokumen data peserta tersebut
  4. Selanjutnya untuk menampilkan dokumen upload peserta sesuai kata kunci yang kita inginkan klik tombol “Pencarian” maka akan tampil halaman form pencarian sebagai berikut
    pencarian
  5. Untuk menambahkan dokumen upload peserta baru klik tombol “Tambah Baru” maka akan tampil halaman form upload sebagai berikut 
    format upload
  6. Unduh format .xlxs yang sudah disediakan, dan tidak diperkenankan untuk merubah format tersebut, berikut tampilan halaman format excel upload peserta UAMBN
    format excel
  7. Kemudian provinsi dan kabupaten/kota otomatis terisi ketika sudha mengisi data madrasah
  8. Kemudian pilih tahun ajaran madrasah
  9. Selanjutnya unggah kembali format excell yang di unduh tadi tentunya sudah terisi data siswa peserta UAMBN, Upload berulang-ulang masih diizinkan sampai batas waktu yang akan diumumkan selanjutnya. Upload berulang akan menghapus dan menimpa data siswa sebelumnya yang sudah diupload.
  10. Klik Simpan untuk menambahkan dokumen data peserta tersebut

2.4. Langkah 4 Cek Data Siswa

Daftar data siswa pada aplikasi PDUM bersumber dari pihak madrasah yang telah menginputkan terlebih dahulu data siswa yang mengikuti ujian UAMBN baik UAMBN-BK atau UAMBN-KP. Berikut tampilan halaman data siswa dibawah ini.
cek data

Langkah-langkah menampilkan dan menambahkan data siswa :


  1. Klik menu peserta UAMBN, kemudian klik sub menu Data siswa
  2. Berikut adalah tampilan data siswa yang sudah diinputkan
  3. Pada tabel aksi terdapat 3 tombol yaitu tombol “Kaca Pembesar” berfungsi untuk menampilkan detail data siswa yang mengikuti ujian, tombol “Pensil” berfungsi untuk mengedit data siswa jika sewaktu waktu ada perubahan pada data siswa tersebut dan tombol “Delete” berfungsi untuk menghapus data siswa
  4. Selanjutnya untuk menampilkan data siswa sesuai filter yang kita inginkan klik tombol “Pencarian” maka akan tampil halaman form pencarian sebagai berikut 
    format pencarian
  5. Untuk menambahkan data siswa baru klik tombol “Tambah Baru” maka akan tampil halaman form input sebagai berikut 
    form input
  6. Isi form asal madrsah seperti pilih dropdown nama provinsi dan nama kabupaten
  7. Kemudian pilih jenjang madrasah, jurusan siswa tersebut dan nama madrasah
  8. Isi form biodata siswa seperti isi NISN dan NIK
  9. Isi nama siswa, agama dan jenis kelamin
  10. Isi tempat dan tanggal lahir
  11. Isi nama orangtua/wali, dan nama rombel siswa tersebut 
    format isian nama orang tua/wali
  12. Unggah foto siswa
  13. Kemudian pilih tahun ajaran pelaksaan UAMBN
  14. Pilih metode UAMBN dan no urut siswa
  15. Isi sesi, serve dan status pelaksaan UAMBN
  16. Kemudian isi password dan ulangi password
  17. Klik Simpan untuk menyimpan data siswa yang akan ditambahkan tersebut

2.5. Langkah 5 Cetak Kartu

Menu cetak kartu berfungsi untuk mencetak kartu peserta UAMBN selain di aplikasi PDUM cetak kartu juga bisa di lakukan di aplikasi offline UAMBNBK jika sudah melakukan sinkronisasi data. Berikut tampilan halaman menu cetak kartu tersebut.
halaman menu cetak kartu

Langakah-langkah menampilkan cetak kartu :


  1. Klik menu peserta UAMBN, kemudian klik sub menu Cetak kartu
  2. Untuk menampilkan data cetak kartu sesuai filter yang dipilih, klik tombol “Pencarian” maka akan tampil halaman form pencarian sebagai berikut.
    form pencaria
  3. Kemudian untuk mencetak kartu, klik tombol “Cetak Kartu” kemudian klik tombol print. Maka akn tampil halaman print out sebagai berikut 
    Cetak Kartu
  4. Selesai
Demikian Panduan ini semoga bermanfaat

Saturday, October 13, 2018

JUKNIS PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PADA MADRASAH

Implementasi Kurikulum 2013 pada Madrasah Intidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) menuntut adanya perubahan paradigma pada pelaksanaan pembelajaran. Pembelajaran yang awalnya berpusat pada guru (teacher centered) berubah menjadi berpusat pada peserta didik (student centered). Guru diharapkan lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan materi pembelajaran. Penerapan pendekatan saintifik diharapkan juga mampu mengubah iklim pembelajaran menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan partisipatif, serta mampu merangsang kemampuan berpikir kritis dan analitis peserta didik, bahkan sampai membuat peserta didik menghasilkan sebuah karya.

Juknis Pembelajaran

Pembelajaran diharapkan dapat berada pada level yang lebih tinggi baik pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Peserta didik dapat memperoleh kelengkapan pendidikan karakter, literasi, kritis, dan kreatif yang terintegrasi pada kegiatan pembelajaran yang diikutinya. Pembelajaran yang semacam itu dinamakan pembelajaran berpikir tingkat tinggi, atau high order thimking skill (HOTS).

Penerapan pembelajaran HOTS merupakan tantangan tersendiri bagi guru dalam mewujudkan keberhasilan peserta didik dalam aktivitas belajarnya. Guru dituntut benar-benar menguasai materi dan strategi pembelajaran, serta dapat merespon kondisi lingkungan dan intake peserta didik secara kreatif dan inovatif dalam rangka mewujudkan pembelajaran yang menarik, bermakna, dan inspiratif.

B. Tujuan Penyusunan Petunjuk Teknis

Memberikan petunjuk teknis operasional berupa diskripsi proses pembelajaran pada jenjang MI, MTs dan MA berdasarkan Kurikulum 2013 dengan menggunakan pembelajaran dengan pendekatan Saintifik, yang terintegrasi dengan pembelajaran abad 21.

C. Ruang Lingkup Petunjuk Teknis

Petunjuk teknis pengembangan pembelajaran ini diuraikan dengan sisstematika sebagai berikut:
Konsep pembelajaran abad 21.
Rambu-rambu pembelajaran abad 21 dalam rangka mempersiapkan peserta didik madrasah yang mempunyai daya saing.
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang bertumpu pada lima pilar pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran dengan kompetensi abad 21 di madrasah, Adapun pilar-pilar itu adalah Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, learning to know, learning to do, learning to be, learning to life together. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) pada pembelajaran abad 21, yaitu Critical Thinking, Creative, Collaboration dan Communication (4C)

D. Sasaran Pengguna

Sasaran Petunjuk Teknis ini adalah
1. Pendidik (semua guru mata pelajaran, guru kelas), dan
2. Pimpinan satuan pendidikan (kepala madrasah, wakil kepala madrasah yang mempunyai kewajiban mengajar)

E. Landasan Hukum

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 165 Tahun 2014 tentang Pedoman Kurikulum Madrasah 2013 Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama.

BAB II
RAMBU-RAMBU KEGIATAN PEMBELAJARAN ABAD 21

A. Peranan Guru

Berdasarkan kompetensi profesional guru, maka tugas guru dalam mengembangkan kacakapan peserta didik melalui pembelajaran sesuai dengan tuntutan abad 21 adalah sebagai berikut:
1) Merancang dan mengembangkan pengalaman belajar dan penilaian secara manual dan digital dengan mengintegrasikan berbagai alat dan sumber belajar yang relevan untuk mendorong peserta didik agar memiliki keterampilan berpikir lebih tinggi dan lebih kratif.
2) Memfasilitasi dan menginspirasi belajar dan kreatifitas peserta didik sesuai karakter kacakapan yang diperlukan (4K = 4C (critical thinking, creative, communication, colaboration), yang dapat dilaksanakan antara lain dengan melibatkan peserta didik dalam menggali interkoneksi antara pengetahuan yang diperolehnya dengan isu dunia nyata (real world), termasuk dalam penggunaan teknologi.
3) Merancang dan menyediakan alat evaluasi yang bervariasi sesuai tuntutan kemampuan perkembangan dan mengolahnya sehingga dapat memberikan informasi yang berguna bagi peserta didik maupun pembelajaran secara umum.
4) Menjadi model cara belajar dan bekerja antara lain dengan menunjukkan kemahiran dalam sistem teknologi dan mentransfer pengetahuan ke teknologi dan situasi yang baru, dan berkolaborasi dengan peserta didik, teman sejawat, dan komunitas dalam menggunakan berbagai alat dan sumber yang relevan.

5) Berpartisipasi dalam pengembangan dan kepemimpinan professional antara lain dengan berpartisipasi dalam masyarakat lokal dan global untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

B. Pembelajaran dengan Kompetensi Abad 21

1. Menyiapkan peserta didik yang mempunyai daya saing global.

2. Menerapkan integrasi kegiatan pembelajaran dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang meliputi integritas, religius, nasionalis, mandiri, integritas, gotong royong, toleransi, tanggungjawab, kreatif dan peduli lingkungan;

3. Menerapkan kegiatan literasi (literasi dasar atau keluasan wawasan bacaan dan budaya, literasi media atau keluasan wawasan dalam penggunaan media, literasi perpustakaan, literasi teknologi dan literasi visual); dan

4. Merangsang dan memfasilitasi tumbuhnya 4C (Critical thinking atau merangsang tumbuhnya kemampuan siswa berfikir kritis, Collaborative atau merangsang tumbuhnya kemampuan siswa untuk bekerjasama dengan berbagai pihak, Creativity atau merangsang tumbuhnya kemampuan siswa berfikir kreatif inovatif atau munculnya ide-ide baru orisinil, dan Communicative atau merangsang tumbuhnya kemampuan siswa untuk mengomunikan pikiran dan ide-ide yang dimilikinya)

5. Menerapkan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking skill (HOTS) dengan menggali berbagai keterampilan yang mengaitkan komonen-komponen berfikir tingkat tinggi atau mengaitkan antara pengetahuan dengan kompleksitas realitas kehidupan sekitarnya.

6. Komponen LOTS — HOTS adalah:

Komponen LOTS-HOTS

C. Prinsip Pembelajaran

1. Peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu dan belajar dari berbagai sumber belajar yang tak terbatas.

2. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah, berbasis kompetensi, keterampilan aplikatif, dan terpadu.

3. Pembelajaran perlu berkembang secara kreatif dan inovatif dalam mengoptimalkan tumbuhnya kemampuan kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif peserta didik. Dalam kaitan dengan ini guru, pimpinan madrasah, dan tenaga kependidikan madrasah wajib memfasilitasi terwujudnya kondisi belajar yang kreatif dan inovatif.

4. Pembelajaran menekankan nilai guna aktivitas belajarnya untuk kehidupan riil diri peserta didik, orang lain atau masyarakat sekitar peserta didik, serta alam lingkungan tempat peserta didik hidup.

5. Pembelajaran menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi. Guru diminta memperhatikan hal ini dalam rangka memungkinkan tumbuhkembangnya kreativitas dan days kritis peserta didik.

6. Peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hard-skills dan soft-skills.

7. Pembelajaran yang berlangsung agar mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat.

8. Pembelajaran yang berlangsung agar menerapkan nilai-nilai, yaitu memberi keteladanan yang perilaku belajar positif, beretika, dan berakhlakul karima (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan dan motivasi belajar, bekerja (ing madyo mangun karso), dan pembelajaran. Beberapa contoh media pembelajaran sederhana antara lain: Gambar, Peta dan Globe, Grafik, Papan Tulis, Papan Flanel, Display, Relia, Poster, Bagan (Chart), Herbarium. Pemilihan media disesuaikan dengan materi/tema yang diajarkan dan tagihan indikator atau KD.

E. Pendekatan Pembelajaran

1. Pendekatan berbasis proses keilmuan/ilmiah/saintifik.(5m)

2. Pendekatan pembelajaran aktif sebagai suatu pendekatan dalam pembelajaran yang bermuara pada usaha agar siswa melakukan aktivitas belajar, bukan diajar. Dengan demikian peserta didik sebagai subjek belajar dan bukan objek belajar.

3. Kemandirian belajar merupakan metakognitif. Guru diharapkan mampu secara penuh bertindak sebagai fasilitator dan motivator.

4. Metakognitif mengarah kepada pengondisian situasi dan cara belajar belajar agar peserta didik memiliki kemampuan mengasses kognitif dan kemampuan mengelola perkembangan kognitifnya sendiri/se/fregulated learning. Peserta didik yang memiliki metakognitif akan mampu menyelesaikan tugas belajarnya dengan balk, mereka mampu merencanakan pembelajaran, mengatur diri, mengontrol diri, dan mengevaluasi pembelajarannya.

5. Pendekatan konstekstual untuk belajar lebih bermakna meaning full atau kebermanaan belajar untuk kehidupan riil dengan melalui kegiatan mengalami atau melalui literasi terhadap lingkungan alamiah, sosial budaya, sehingga tidak hanya sekedar mengetahui, mengingat, dan memahami, namun lebih pada menerapkan, menganalisis sampai mngkreasi.

F. Pengelolaan Kelas

1. Cat dinding kelas berwarna yang menunjang keceriaan kelas, dinamika kelas, dan sehat untuk pencahayaan belajar peserta didik.

2. Bersih, nyaman, sehat (meja, dinding tidak dicorat coret)

3. Gambar dan peraga pada dinding diupayakan yang menunjang terbentuknya atmosfir belajar siswa. Gambar yang perlu selalu ada dalam kelas belajar adalah Presiden, wakil Persiden dan Burung Garuda.

4. Selain papan tulis juga ada papan panel untuk menempelkan hasil karya siswa

5. Display yang menunjang pembelajaran dan sesuai materi yang diajarkan

6. Pengaturan siswa dalam belajar di kelas disesuikan dengan karakteristik siswa

BAB III
LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

A. Komptensi Lulusan Madrasah

Sebelum guru bersama siswa melakukan aktifitas pembelajaran, maka guru harus paham SKL,sebagai komptensi akhir, KI sebagai komptensi yang akan dicapai setiap semester/tahun, KD yang akan dicapai melalui beberapa pertemuan, dan Indikator Pencapaian yang diturunkan dari KD.

Dalam kaitan dengan berbagai pencapaian yang perlu diwujudkan dalam pembelajaran, terdapat 3 (tiga) ranah yang perlu dicapai dan perlu diperhatikan pada setiap akhir pembelajaran, yaitu

1. Dimensi sikap:

a. Meningkatnya nilia-nilai spiritual sebagai wujud iman dan takwa kepada Allah Swt

b. Mengamalkan akhlak yang terpuji dan menjadi teladan bagi keluarga masyarakat dan bangsa, yaitu sikap peserta didik yang jujur, disipilin, tanggungjawab, peduli, santun, mandiri, dan percaya diri

c. Berkemauan kuat untuk mengimplementasikan hasil pembelajarannya di tengah kehidupan dirinya dan masyarakatnya dalam rangka mewujudkan kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang lebih baik.

2. Dimensi pengetahuan, memiliki dan mengembangkan pengetahuan secara konseptual, faktual, prosedural dan metakognitif secara teknis dan spesifik dari tingkat sederhana, kongkrit sampai abstrak, komplek berkenaaan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya masyarakat sekitar, lingkungan alam, bangsa, negara dan kawasan regional, (MI) nasional maupun internasional (MTs dan MA)

3. Dimensi keterampilan

Memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi dan bertindak: kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif serta mampu bersaing di era global (abad 21) dengan kemampuan sikap,

pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.

B. Pengalaman Belajar

Kurikulum 2013 menekankan kepada pembelajaran langsung (direct teaching) dan tidak langsung (indirect teaching).

1. Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial pada mata pelajaran Keagamaan dan mata pelajaran PPKn, dicapai melalui pembelajaran langsung (direct teaching) dan tidak langsung (indirect teaching). Sedangkan pada mata pelajaran lainya, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa.

2. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa

lebih lanjut yang direkap di jurnal

3. kegiatan pembelajaran yang dirancang harus mampu melibatkan siswa secara aktif.

4. Siswa dan guru dalam belajar aktif memiliki peran yang sama untuk menciptakan suatu pengalaman belajar yang bermakna,

5. Pengalaman belajar dapat sebagai acuan guru untuk membagi waktu dalam kegiatan pembelajaran dan hasil yang akan dicapai selama pembelajaran

Dibawah ini adalah gambaran tentang prosentase pengalaman belajar yang dapat terbentuk pada did peserta didik:
Krucut Pengalaman

C. Pemetaan pendekatan saitifik dan media/obyek untuk kegiatan pembelajaran
1. kegiatan pendekatan saintifk adalah kegiatan siswa belajar dan kegiatan guru yang memfasilitasi/mengkondisikan terwujudnya pendekatan tersebut. Pada pendekatan ini, kegiatan saintifik diperbolehkan tidak sequence atau tidak berurutan.

2. Contoh pada tabel berikut adalah pemetaan kegiatan saintifik beserta obyek dan aktivitas belajar yang dapat dilaksanakan dalam aktivitas pembelajaran. Pemetaan sebagaimana contoh pada tabel berikut dibuat agar peserta didik mudah dalam melakukan pembelajaran dan guru dapat mengembangkan pembelajaran komptensi abad 21 dengan baik.

Tabel Pemtaan

D. Kegiatan Pembelajaran, berisi:

1. Kegiatan Pendahuluan.

a. Dikondisikan dan dimulai oleh guru

b. Mengucapkan salam dan doa bersama sebelum mulai pembelajaran

c. Apersepsi

d. Kesepkatan/komitmen belajar antara guru dan siswa

e. Guru menyampaikan indikator pencapaian komptensi

f. Pree test dapat dilakukan secara lisan maupun kartu soal

g. Guru menyampaikan lingkup penilaiaan, yaitu: aspek pengetahuan dan Keterampilan

2. Kegiatan Intl.

a. Guru mengorganisir siswa ke dalam kelompok-kelompok yang heterogen (3-4 siswa anggota)

b. Guru mengkondisikan dan memantau kegiatan saintifik dengan 5 M,

c. Siswa melakukan kegiatan saintifik yang meliputi: mengamati, menanya, mencari informasi, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan/ menyajikan/mempresentasikan (lihat pemetaan saintifik) yang dintegrasikan dengan PPK, literasi, 4 C sehingga pembelajaran menjadi dinamis dan menggali berpikir kritis, kreatif, kolaborasi dan pemecahan masalah atau siswa mampu berpikir tingkat tinggi (HOTS)

d. Guru menggunakan media atau alat peraga yang sesuai dengan karakteristik materi

e. Hasil pekerjaan siswa dapat berupa portofolio, gambar dapat ditempel di papan dinding yang berada di kelas, untuk melatih siswa menghargai karya orang lain dan saling melengkapi diantara siswa atas pengetahuan, keterampilan yang diperoleh selama pembelajaran

f. Guru melaksanakan penilaian sikap selama aktivitas siswa belajar melalui pengamatan„ penilaian, pengetahuan, melalui pertanyaan lisan, jawaban siswa, paparan siswa, dan penilaian keterampilan dalam bentuk praktik/, portofolio,/ proyek/produk

3. Kegiatan Penutup.

a. Post test, dapat dilakukan dengan lisan, maupun kartu soal

b. Guru dan siswa melakukan refleksi dengan mengevaluasi seluruh aktivitas pembelajaran serta menyimpulkan manfaat hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan.

c. Kegiatan penutup diakhiri dengan guru memberikan informasi kepada siswa tentang materi/kompetensi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya

d. Penugasan, atau pekerjaan rumah jika diperlukan, dapat secara individu maupun kelompok

e. Doa penutup dan salam

Petunjuk teknis ini disusun sebagai acuan bagi guru agar mampu mengembangkan pembelajaran ke arah kompetensi abad 21. Pembelajaran yang dikembangkan oleh guru dimulai dari pengembangan indikator dan pengembangan materi yang harus mengaitkan antar konsep dan fakta, serta disampaikan secara prosedural dengan pendekatan saintifik atau pendekatan lainnya yang diintegrasikan dengan model atau metode pembelajaran, sehingga membentuk metakognisi siswa.

Pembelajaran dengan kompetensi abad 21 yang identik dengan pembelajaran HOTS, jika dijalankan secara konsisten, sangat dimunkinkan akan berkorelasi mewujudkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada peserta didik sesuai tingkat perkembangan dan karakteristik siswa. Aspek pembelajaran HOTS adalah bercirikan pembelajaran yang membangun pemikiran kritis, kreatif, sarat kemampuan pemecahan masalah, berkolaborasi, komunikasi dan didasarkan pada pendididkan karakter religius maupun karakter sosial.

Pembelajaran HOTS tidak hanya menuntut siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, namun juga menuntut guru harus mampu mengembangkan keprofesiannya dalam pengelolaan pembelajaran secara kreatif dan inovatif.

Pimpinan madrasah dan pengawas, serta pejabat pembina pendidikan madrasah wajib memfasilitasi, memotivasi, dan mendampingi guru untuk optimal mewujudkan kreativitas dan inovasinya dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang bermakna pada kehidupan peserta didik.

Komitmen guru, kepala madrasah, pengawas, dan pejabat pembina madrasah menjadi prasyarat yang wajib diwujudkan dalam mengimplementasikan petunjuk teknis pengembangan pembelajaran ini.

Bukti integritas, komitmen, dan tanggung jawab para pemangku kepentingan (stake holders) internal maupun eksternal madarasah adalah menjalankan secara maksimal petunjuk teknis ini dan ketentuan lain dalam menghasilkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik

Friday, October 5, 2018

PANDUAN APLIKASI RAPOR DIGITAL JENJANG MA TAHUN 2018/2019


Kementerian Agama hadir untuk menjadi pengawal pendidikan Islam di Indonesia. Melihat amat pentingnya tugas itu, maka tugas Kementerian Agama khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam antara lain adalah mengayomi Madrasah yang berkualitas, melebarkan akses pendidikan agama dan keagamaan yang bermutu. Pada masa kekinian, kita menghadapi zaman internet yang semakin global. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, sangst terbuka dalam menghadapi generasi digital. Tuntutan publik terhadap mutu pendidikan semakin tinggi, terbuka, dan spontan. Merespons tuntutan tersebut Kementerian Agama melalui Ditjen. Pendidikan Islam meluncurkan Aplikasi Rapor Digital, yang diperuntukan bagi Madrasah diseluruh Indonesia.

Thursday, October 4, 2018

PANDUAN APLIKASI RAPOR DIGITAL JENJANG MTs TAHUN 2018/2019

Kementerian Agama hadir untuk menjadi pengawal pendidikan Islam di Indonesia. Melihat amat pentingnya tugas itu, maka tugas Kementerian Agama khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam antara lain adalah mengayomi Madrasah yang berkualitas, melebarkan akses pendidikan agama dan keagamaan yang bermutu. Pada masa kekinian, kita menghadapi zaman internet yang semakin global. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, sangst terbuka dalam menghadapi generasi digital. Tuntutan publik terhadap mutu pendidikan semakin tinggi, terbuka, dan spontan. Merespons tuntutan tersebut Kementerian Agama melalui Ditjen. Pendidikan Islam meluncurkan Aplikasi Rapor Digital, yang diperuntukan bagi Madrasah diseluruh Indonesia. 

Wednesday, October 3, 2018

PANDUAN APLIKASI RAPOR DIGITAL JENJANG MI TAHUN 2018/2019

Kementerian Agama hadir untuk menjadi pengawal pendidikan Islam di Indonesia. Melihat amat pentingnya tugas itu, maka tugas Kementerian Agama khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam antara lain adalah mengayomi Madrasah yang berkualitas, melebarkan akses pendidikan agama dan keagamaan yang bermutu. Pada masa kekinian, kita menghadapi zaman internet yang semakin global. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, sangst terbuka dalam menghadapi generasi digital. Tuntutan publik terhadap mutu pendidikan semakin tinggi, terbuka, dan spontan. Merespons tuntutan tersebut Kementerian Agama melalui Ditjen. Pendidikan Islam meluncurkan Aplikasi Rapor Digital, yang diperuntukan bagi Madrasah diseluruh Indonesia.

Sunday, September 30, 2018

SK DIRJEN JUKNIS PENYUSUNAN RPP PADA MADRASAH TAHUN 2018

Madrasah merupakan tempat kedua bagi peserta didik dalam mengikuti proses pendidikan, setelah tempat pertama mereka di rumah. Proses pendidikan di madrasah dilakukan melalui program intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler dilaksanakan melalui pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Kegiatan kokurikuler dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan di luar jam pelajaran madrasah walaupun materi yang dikerjakan terkait langsung dengan mata pelajaran, misalnya tugas individu, tugas kelompok, dan pekerjaan rumah yang berbentuk proyek atau bentuk lainnya. Sedangkan kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan melalui berbagai kegiatan yang bersifat umum dan tidak terkait langsung dengan mata pelajaran, misalnya kepramukaan, palang merah remaja, festival seni, bazar, olahraga dan sebagainya.

Thursday, April 26, 2018

CARA MENGHITUNG PERSENTASE (%) DI EXCEL

Bagaimanakah cara menghitung persen di excel?

Menghitung persentase atau persen tidak bisa dipisahkan pada saat mengolah serta menyajikan hasil analisa data. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengguna atau pembaca data untuk menangkap pesan yang disampaikan oleh hasil analisa data yang disajikan.


Selain itu banyak juga perhitungan di excel yang melibatkan persen, semisal menghitung bunga bank, menghitung persen diskon, persen komisi dan lain sebagainya.
Persentase atau perseratus adalah adalah sebuah angka atau perbandingan (rasio) untuk menyatakan pecahan dari seratus. Persentase sering ditunjukkan dengan simbol "%". Persentase juga digunakan meskipun bukan unsur ratusan. Bilangan itu kemudian diskalakan agar dapat dibandingkan dengan seratus.
-Wikipedia-
Persentase dinyatakan dalam satuan persen atau dalam bahasa Inggris "percent" yang merupakan kependekan dari kata per centum yang berarti per seratus. Persen dinyatakan dalam lambang satuan %.
Setiap bilangan angka pada dasarnya dapat dinyatakan sebagai rasio perbandingan dengan angka 1. Angka 0,5 jika dinyatakan sebagai perbandingan, maka nilainya dapat ditulis sebagai 0,5/1.

Jika angka 0,5 dinyatakan dalam bentuk pecahan per seratus maka nilainya 50 % yang didapatkan dengan mengalikan angka 0,5 dengan 100/100.

50 persen artinya 50 perseratus yang nilainya sama dengan 50/100 = 0,50.

Lalu bagaimana cara menghitung persentase di Excel?

MENAMPILKAN PERSEN (%) DI EXCEL

Sebelum membahas tentang perhitungan persen di excel, kita perlu tahu dulu konsep penulisan persen di excel.

Microsoft excel telah menyediakan fitur untuk merubah sebuah nilai angka yang ada di cell excel ke dalam berbagai macam format angka.

Salah satu format angka tersebut adalah format persentase (Percentage) sebagaimana yang telah kita ulas sebelumnya pada artikel tentang Custom Number Format Pada Excel.

Setidaknya ada 3 cara untuk merubah sebuah nilai angka pada Microsoft Excel agar menampilkan lambang satuan persen.
  • Mengetikkan langsung lambang satuan % pada cell excel setelah mengetikkan angka.
  • Memformat cell excel dengan mengubah style format persen (%) pada Tab Home--Number--Percent(%).

Cara ini bisa juga dilakukan dengan Shortcut Ctrl + Shift + %.
  • Memilih format percentage pada kotak dialog Format Cells.
Catatan:
Jika angka ditulis setelah cell diformat ke dalam persentase maka angka tersebut akan langsung menjadi bilangan persentase.
Jika angka dimasukkan ke dalam cell terlebih dahulu, lalu di format ke dalam style persen maka excel akan otomatis mengalikan angka tersebut dengan bilangan 100 terlebih dahulu.

CARA MENGHITUNG PERSENTASE (%) DI EXCEL

Sebelum menghitung persen di excel, kita tentu perlu tahu konsep dari perhitungan persentase secara umum.
Untuk dapat melakukan perhitungan persentase setidaknya dibutuhkan 2 Variable.
  • Nilai yang akan di hitung persentasenya.
  • Nilai pembanding dari nilai yang akan dihitung persentasenya.

Misal dari 10 soal Test yang diberikan anda bisa menjawab 8 soal dengan benar. berapakah persentase jawaban benar anda?

Maka jawabnya adalah:
Rumus Persen jawaban benar
8/10 * 100%
Hasilnya adalah 80%.
Adapun persentase jawaban salah adalah 20% didapatkan dengan rumus:
Rumus Persen jawaban benar
2/10 * 100%
Pada kasus perhitungan persentase, setidaknya dikenal 2 tipe perhitungan persentase, yakni persentase proporsi dan persentase perubahan.
Persentase perubahan sendiri ada 2 jenis yakni
  1. Persentase Kenaikan
  2. Persentase penurunan

MENGHITUNG PERSENTASE PROPORSI

Proporsi adalah pecahan yang pembilangnya merupakan bagian dari penyebutnya.

Dengan kata lain persentase proporsi menghitung persentase dari sebuah variabel dengan membandingkan variabel tersebut dengan pembandingnya yang mana varibale tersebut merupakan bagian dari variable pembanding tersebut.
Contohnya kasusnya begini:
Semisal pada tahun ajaran baru ada 200 siswa yang mendaftar. Dari 200 siswa pendaftar tersebut 80 berkelamin laki-laki dan sisanya 120 siswa berkelamin perempuan.
  • Berapakah persentase siswa laki-laki dari seluruh pendaftar?
  • Berapakah persentase siswa laki-laki dari seluruh pendaftar?
Untuk menghitung persentase tersebut mengikuti rumus matematika berikut:
Dengan mengacu rumus matematika diatas rumus menghitung persentase di excel adalah sebagai berikut:

Sebenarnya untuk melakukan perhitungan persentase pada microsoft excel, anda tidak perlu mengalikan dengan 100% karena saat anda merubah format ke dalam style persen (%), excel secara otomatis akan mengalikan hasil perhitungan dengan 100%. Sehingga dengan menggunakan rumus excel seperti dibawah ini akan menghasilkan nilai persentase yang sama dengan rumus excel sebelumnya.

Catatan: Rubah format pada kolom C menjadi style persen (%)

MENGHITUNG PERSENTASE PERUBAHAN

Dalam matematika, konsep persentase perubahan digunakan untuk menunjukkan perbedaan antara nilai sebelum (lama) dan nilai sesudah (baru) dalam bentuk persen nilai sebelum (lama).

Secara matematis menghitung persentase perubahan ini mengikuti kaidah rumus berikut:


Perhatikan contoh rumus menghitung persentase perubahan di excel berikut:


Tuliskan rumus excel berikut pada cell C3 lalu copy paste ke bawah:
Rumus Excel
=(B3-B2)/B2

B3 merupakan nilai baru sedangkan B2 merupakan nilai awal (lama). B3-B2 digunakan untuk mencari nilai nilai perubahan.

Note:

  1. Nilai persen 0 menujukkan bahwa nilai terseut tidak mengalami perubahan dari nilai lama.
  2. Nilai persen positif (+) menunjukkan ada peningkatan/perubahan naik dari nilai sebelumnya.
  3. Nilai persen negatif (-) menunjukkan ada penurunan/perubahan turun dari nilai sebelumnya.

MENGHITUNG PERSENTASE PERUBAHAN KENAIKAN

Persentase perubahan kenaikan menunjukkan seberapa besar persen penambahan nilai lama dibandingkan dengan nilai lama. Nilai penambahan didapatkan dengan mengurangi nilai baru dengan nilai lama.
Secara matematis rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:
Contoh rumus perhitungan persentase kenaikan pada excel adalah sebagai berikut:

Tuliskan rumus excel berikut pada cell C3 lalu copy paste ke bawah:
Rumus Excel
=(B3-B2)/B2

MENGHITUNG PERSENTASE PERUBAHAN PENURUNAN

Persentase perubahan penurunan menunjukkan seberapa besar persen penurunan nilai lama dibandingkan dengan nilai lama. Nilai perubahan didapatkan dengan mengurangi nilai lama dengan nilai baru.

Secara matematis rumus perhitungan persennya adalah sebagai berikut:

Contoh perhitungan persentase penurunan dengan rumus excel adalah sebagai berikut:


Tuliskan rumus excel berikut pada cell C3 lalu copy paste ke bawah:
Rumus Excel
=(B2-B3)/B2

Pada persentase perubahan nilai minus sebenarnya juga menunjukkan persentase perubahan penurunan.

Semoga penjelasan ditas bisa menjawab permasalahan anda tentang menghitung persentase di excel.
© Kelas Excel 
loading...